REKAP MATERI DAN HASIL TANYA JAWAB
DISKUSI BAHASA ARAB MENGENAI
" الاعتـــراف بالجميل " Pengakuan keindahan
Hari/tanggal : Kamis, 15 April 2020
Pukul : 11.00 - 12.30 WIB
Nama : Neneng Wahidatul Asna (1920. 04. 011)
A. MATERI
الاعتـــراف بالجميل
كان الخليفة المنصور يتطّلع إلى الإحاطة بأمور الناس عموما, وإلى معرفة أحوال بني أمية خصوصا. فبلغه أن من مشايخ أهل الشّام, شيخا معروفا, وكان بطانة لهشام بن عبد الملك بن مروان. فأرسل إليه المنصور, وأحضره بين يديه, وسأله عن تدبير هشام في حروبه مع الخوارج. فوصف له الشيخ ما دبّر وقال:" فعل رحمه الله كذا وكذا". فقال له المنصور: "قم عنّي! تطأ بساطي وتترحّم على عدوّي!" فقال الرّجل وهو مولّ يريد الخروج: "إن نعمة عدوّك لقلادة في عنقي, لا ينزعها إلاّ غاسل". فلمّا سمعه المنصور قال: "ردّوه". فلمّا رجع قال: "يأمير المؤمنين, إن أكثر النّاس لؤما, من لم يجعل دعاءه لمن أحسن إليه, وثناءه عليه, وحمده لمعروفه عنده وفاء له, ولو أمكنني القدر, وأقدرني القضاء, على الوفاء لهشام بأكثر من ذلك, لوجدني أمير المؤمنين وافيا له به". فقال له المنصور: "ارجع يا شيخ إلى تمام حديثك". ثمّ أقبل المنصور على حديثه إلى أن فرغ, فدعا المنصور بمال وكسوة وقال: "خذ هذا صلة منّا لك". قأخذ ذلك وقال: "والله يا أمير المؤمنين مابي من حاجة. ولقد مات عنيّ من كنت في ذكره, فما أحوجني إلى وقوفي على باب أحد بعده. ولولا جلال أمير المؤمنين, ولزوم طاعته, وإيثار أمره, لما لبست نعمة أحد بعده". فقال المنصور: "لله أنت! لولم يكن لقومه غيرك, لكنت أبقيت لهم ذكرا مخلّدا, ومجدا باقيا, بوفائك لمن أحسن إليك".
Terjemahan
Dia adalah khalifah al manshur, menanti untuk mengetahui hal-hal orang pada umumnya, dan untuk mengetahui kondisi bani umayyah pada khususnya. Dia memberitahunya bahwa salah satu syekh dari orang-orang Levant, seorang syekh yang dikenal, itu adalah Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Jadi dia mengirim Al-Mansur kepadanya, membawanya di tangannya, dan bertanya kepadanya tentang pengaturan Hicham dalam perangnya dengan orang-orang Khawarij.
Kemudian Syekh menjelaskan kepadanya apa yang dia rencanakan dan katakan: "Dia memang Tuhan mengampuni ini dan itu. Al-Mansur berkata kepadanya: "Bangkitlah tentang aku! Tapak permadani dan perlihatkan belas kasihan kepada musuhku!" Lalu pria itu berkata, sementara dia ingin pergi, "Rahmat musuhmu adalah kalung di leherku yang hanya bisa dilepas oleh pita.
" Ketika Al-Mansur mendengarnya, dia berkata, "Tanggapi dia." Ketika dia kembali, dia berkata: “Komandan orang-orang beriman, orang-orang yang paling kejam, siapa pun yang tidak melakukan permohonannya kepada orang yang telah mengalahkannya, memuji dia, dan memuji dia atas bantuannya untuk memenuhinya, dan jika nasib memungkinkan saya, dan pengadilan dapat membantu saya untuk memenuhi Hisyam lebih dari itu, jika Panglima Setia menganggapnya loyal kepada dia. ". Al-Mansur berkata kepadanya: "Kembalilah, Sheikh, untuk pidatonya.
Kemudian Al-Mansur menerima pidatonya sampai selesai, jadi dia memanggil Al-Mansour dengan uang dan pakaian dan berkata: "Ambil tautan ini dari kami untuk Anda." Dia mengambilnya dan berkata: "Demi Tuhan, Panglima Setia, tidak perlu. Siapa pun yang saya ingat meninggal karena saya,Saya tidak perlu berdiri di pintu satu setelah dia Tanpa keagungan Panglima Setia, kepatuhannya diperlukan, dan untuk mematuhinya,Dan untuk memberikan perintahnya, ketika seseorang memakai berkah untuknya. "Al-Mansur berkata: "Ya Tuhan! Dan jika bangsanya tidak memiliki siapa pun selain kamu, aku akan menyimpan kenangan abadi untuk mereka, dan kemuliaan akan tetap ada, dengan bertemu denganmu siapa pun yang baik kepadamu".
B. HADIST MENGENAI KEJUJURAN
Jujur adalah suatu sikap lurus hati, menyatakan sesuatu yang sebenar - benarnya tidak berbohong atau berkata hal- hal yang menyalahi apa yang terjadi jujur merupakan ungkapan sesuai dengan fakta. Jujur dapat pula diartikan sebagai kesesuian antara niat, ucapan dan perbuatan.
Jujur adalah suatu sikap lurus hati, menyatakan sesuatu yang sebenar - benarnya tidak berbohong atau berkata hal- hal yang menyalahi apa yang terjadi jujur merupakan ungkapan sesuai dengan fakta. Jujur dapat pula diartikan sebagai kesesuian antara niat, ucapan dan perbuatan.
Di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ الصِّدقَ يَهْدِي إِلَى البرِّ ، وإنَّ البر يَهدِي إِلَى الجَنَّةِ ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقاً . وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهدِي إِلَى النَّارِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكتَبَ عِنْدَ الله كَذَّاباً
“Sesungguhnya ash shidq (kejujuran) itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke surga dan sesungguhnya seorang bermaksud untuk jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menunjukkan kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu menunjukkan kepada neraka. Sesungguhnya seorang itu bermaksud untuk berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang suka berdusta.” (Muttafaq ‘alaih).
C. AYAT AL- QURAN MENGENAI MAAF
C. AYAT AL- QURAN MENGENAI MAAF
Allah Subhanahu wa Ta’ ala berfirman di dalam Al-quran surat Al- A'raf ayat 199 yang berbunyi:
خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِينَ
Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).
Ketika turun ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bertanya kepada Malaikat Jibril, ”Apakah maksud ayat ini, wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Sesungguhnya Allah menyuruhmu memaafkan orang yang telah menzalimimu, dan bersilaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu.”
D. TANYA JAWAB
1. Siti Ulfatul Hasanah
Pertanyaan :
Jujur itu merupakan suatu sikap yg harus kita pegang dan harus kita punya berikan salah satu contoh perilaku yang berkaitan dengan jujur kepada Allah?
Jawaban :
Berkata jujur yaitu apa adanya sesuai fakta, kalo jujur kepada Allah itu kita melakukan perbuatan ibadah yang ikhlas kepada Allah tanpa ada unsur riya,semua perbuatan yang kita lakukan semata- mata hanya untuk Allah untuk mencapai keridhoaannya, selanjutnya melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan salah satu sikap kita berkata jujur tanpa berdusta itu udah termasuk jujur kepada Allah.
Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan dan karakter, begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kalau tidak terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yang sudah terbiasa makan ditempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kalau yang dilakukan sudah menjadi kebiasaan
2. Rinawati
Pertanyaan :
Apa yang dimaksud jujur kepada diri sendiri dan bagaimana cara menanamkan nya terhadap diri kita sendiri ?
Jawaban :
Yang dimaksud jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu ,sebagai contoh saat kita melakukan ujian sekolah , jika kita tidak bisa menjawabnya lebih baik menjawab dengan kemampuan diri kita sendiri dan tidak mencontek. cara kita menanamkan sikap jujur terhadap diri sendiri yaitu dengan tidak memaksakan kehendak yang jelas- jelas kita mengetahui bahwa diri tidak mampu melakukannya, mengakui kesalahan yg telah diperbuat dan mengevaluasinya, dan percaya pada kemampuan yg dimiliki.
jujur terhadap diri sendiri adalah mau untuk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap
2. Kikih Jakiah Darojah
Pertanyaan :
"Jadilah engkau pemaaf ." Bagaimanakah caranya agar menjadi pribadi yang mudah memaafkan, dan bagaimana jadinya ketika kita memberi maaf hanya sebatas dalam ucapan tapi hati tidak?
Jawaban :
Agar kita mudah memaafkan kan orang adalah dengan cara kita jangan selalu pikirkan kesalahannya kepada kita melainkan kita juga harus sesekali memikirkan kebaikan yang perna dia buat kepada kita walaupun hanya satu kali. Memaafkan lahir dan batin memang sulit untk di lakukan bagi seorang manusia normal yang sdh tersakiti hatinya, makanya Allah swt meng istimewa orang-orang yang memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yang paling mulia d sisi Allah swt.
3. Muhammad Aldi Muhibin
Pertanyaan:
Apa saja bohong yang di perbolehkan dan di nukil dari mana pendapat tersebut?
Jawaban :
Kebohongan itu tidak diperbolehkan tetapi dalam islam memang ada kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam :
Pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.
Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya,
Kondisi ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib. misalnya kang aldi nanti di buatin kopi sama istrinya, terus ternyata kopi itu pait, tpi kang aldi berbohong dengan mengatakan bahwa kopi itu enak dan manis. Kebolehan berbohong di antara suami-istri ini menjadi haram apabila bersangkutan dengan kewajiban keduanya dalam menjalankan fungsi dan perannya di dalam rumah tangga. Berbohong tidak punya uang padahal uangnya dipakai untuk berjudi misalnya.
4. Neneng Wahidatul Asna
Pertanyaan :
Seribu kebaikan akan tertutup hanya dengan satu keburukan hal itu bisa dikatakan sebagian besar adanya, terkadang menghapus satu keburukan yang dilakukan kepada orang lain itu sulit dihilangkan meskipun sudah ada kata maaf, bagaimanakah mendapatkan suatu kata maaf yang benar- benar tulus dari orang lain yang sehingga rasa bersalah yang dirasakan didalam benak hati itu berkurang?
Jawaban :
Untuk menyikapi hal tersebut tugas kita hanya meminta maaf dengan setulusnya dan benar benar dari hati melainkan bukan hanya dari ucapan saja, Karena jika kita kita tulus dari hati maka akan sampai juga ke hati.
memang kebaikan yg dilakukan akan mudah di lupakan orang tapi tidak untuk Allah swt, makanya kita sebagai orang islam di wajibkan dalam hal apapun untuk melakukan kebaikan hanya untk Allah swt begitu pula sebaliknya keburukan kita sebagai manusia selalu akan di ingat oleh orang lain, makanya kita d minta oleh Allah untuk selalu istighfar dan bertaubat agar Allah swt menghapus keburukan kita dan menjadikan seluruh amal yg kita lakukan menjadi pahala untuk kita
5. Siti Indah Cahyaningrum
Pertanyaan:
Bagaimana cara kita menyebarkan kebiasaan bersikap jujur kepada orang lain di zaman sekarang yang menganggap kalau kejujuran itu sesuatu yang diragukan?
Jawaban :
Sebenarnya sikap jujur ini terdapat pada diri kita, maka ambil dulu nilai pada diri kita ingin dia percaya atau tidak itu masalah yg dia miliki tapi memang kita harus menanamkan sifat jujur pada diri sendiri stlah itu baru nanti ada penilaian orang lain yang melihat ucapan ucapan yg kita lontarkan akan kebenarannya.intinya ambil saja dulu kejujuran tanamkan sifat itu pada diri kita lalu baru pasti akan ada timbul kepercayaan hingga tidak ada keraguan lagi.
kenapa orang di zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, karena yang mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada di sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon ke setiap orang makanya Allah swt mengingatkan dalam Alquran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus di klarifikasi terlebih dahulu dan bisa di pertanggung jawabkan kebenaran nya
6. Wardatul Musyaropah
Pertanyaan :
Bagaimana mernurut anda jika ada seseorang yang berbuat salah pada kita tetapi dia tidak mau meminta maaf, bahkan tidak jujur pada dirinya sendiri?
Jawaban :
Kejujuran adalah sifat yang mahal dan sedikit orang yang Allah karunia kan untuk memiliki sifat jujur, dan tertulis juga dalam Alquran bahwa orang yang jujur akan Allah tempatkan di tempat yang terbaik, makanya syaitan selalu menggoda manusia untuk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, sikap kita untk terus mendoakan yang terbaik dan tidak berhenti untuk berdoa meminta yang terbaik dari Allah swt, karena Allah swt yang maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt.
Sikap kita menghadapi orang tersebut yaitu dengan memaafkan orang tersebut meskipun dia tidak meminta maaf kepada kita, seperti yang terdapat dalam surat Al-a'raf ayat 199 yang Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).
Sekian dan terimakasih mudah-mudahan bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar